Monday, June 24, 2013

STANDARISASI ALAT UKUR DAN TATA CARA PENGUKURAN DI TANGKI DARAT DAN KAPAL



STANDAR ALAT UKUR DAN TATA CARA PENGUKURAN
 


Sebelum kita melangkah ke standarisasi alat ukur, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu metode pengukuran Oil gauging atau sounding, ullaging pada tangki darat berbentuk silinder tegak.
Untuk melakukan sounding / ullaging pada tangki darat atau Oil gauging dengan roll meter tape,

Ada 2 metode yang bisa kita lakukan :
1.                  Innage method
2.                  Outage method atau biasa disebut ullaging.

Kedua metode tersebut diaplikasikan sesuai kondisi dan kebutuhan untuk mendapatkan nilai observasi pengukuran yang lebih akurat.
Pada metode innage observasi pengukuran mengandalkan datum plate atau yang biasa di sebut meja ukur (pada tabel Metreologi).
Bob innage atau bandul roll meter harus dapat menyentuh titik datum plate.
Dari titik ini sampai titik reference gauge hatch, kita mendapatkan observasi  yang biasa disebut nilai level sounding.
Catatan :
Perlu diketahui, bahwa ada beberapa tangki silinder tegak yang tidak memiliki datum plate / meja ukur. 

Sedangkan pada metode outage / ullaging, bandul roll meter tidak dapat menyentuh datum plate / meja ukur, karena kondisi dasar tangki memiliki lumpur .
Untuk mendapatkan nilai observasi pengukuran, yaitu dengan mengurangi nilai ketinggian titik reference dengan nilai observasi pengukuran outage atau ullage.

Untuk melihat kedua perbedaan tersebut pada gambar berikut ini :


 

* Sistem pengukuran minyak
Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan data yang dapat digunakan untuk mengetahui kualitas dan menghitung kuantitas minyak pada setiap pergerakannya
Pengukuran minyak ada dua sistem :
     1. Sistem pengukuran statis
     2. Sistem pengukuran dinamis

> Sistem pengukuran statis 
Pada sistem ini pengukuran dilaksanakan pada saat minyak dalam keadaan diam dan memerlukan waktu pengendapan yang cukup

Alat ukur standar
Merupakan alat ukur standar yang digunakan untuk mengukur sifat fisika dari produk minyak bumi, dilapangan maupun didalam laboratorium, sesuai dengan metode standar yang telah ditentukan dan digunakan.


Pita ukur  (ASTM D.1085 atau API 2545)
Pita ukur yang dilengkapi dengan bandulan runcing, yang ada skalanya.digunakan untuk mengukur level cairan minyak dan air yang terdapat didalam tangki timbun. 
Pita ukur ini bisa digunakan untuk mengukur air bebas jika tidak tersedia water stick bar.

 
Persyaratan pita ukur dan bandul 
a. Pengukuran dengan metode innage atau outage.   
   * Jenis pita ukur sesuai standar ASTM D.1085 atau API 2545
   * Panjang pita ukur disesuaikan dengan tinggi tanki.
b. Standar bandul - Standard pendulum.
    * Berujung runcing - Spired
    * Berskala - Scale
    * Level cairan lebih dari 12 meter, berat bandul 800 gram
    * Level cairan kurang dari 12 meter, berat bandul 600 gram

Water stick bar (ASTM D.1085)
Adalah tongkat/batang berskala yang mempunyai panjang 1 meter. Digunakan untuk mengukur ketinggian air bebas ditanki darat atau tanker

Oil indicating paste
Pasta pencari minyak yang memberikan tanda batas level atas pada pita ukur
Water indicating paste
Pasta pencari air yang memberikan tanda batas level atas BOB pita ukur atau water stick bar

Hydrometer (ASTM D.1298 atau API 2547)
Hydrometer silinder dari tabung gelas dengan inside diameter tabung tidak kurang dari 25 mm yang dipakai untuk mengukur kerapatan cairan density, specific gravity dan API gravity cairan

Range Hydrometer
   a. Pertamax, pertamax plus  0.700 s.d. 0.750
   b. Premium, avgas  0.700 s.d. 0.750
   c. Kerosene, avtur  0.750 s.d. 0.800
   d. Minyak solar  0.800 s.d. 0.850
   e. Minyak diesel  0.8500 s.d. 0.900
   f. Minyak bakar  0.900 s.d. 0.950
Angka ketelitian hasil pembacaan 0.0001
Miniscus correction factor (Tabel 1 ASTM D.1298)

Cup/Flushing case assembly (ASTM D.1086 atau API 2543)
Suatu alat ukur suhu minyak dalam tanki berupa thermometer yang berskala oC atau oF. Pada bagian bawahnya dilengkapi dengan bejana kecil 200 ml, untuk menampung cairan yang hendak diukur suhunya

Weighted breaker/Bottle (ASTM D.270 atau API 2545)
Alat yang digunakan untuk mengambil contoh minyak yang terdapat didalam tanki

Centrifuge (ASTM D.96 atau API 2542)
Alat untuk menganalisa kadar air dan sedimen atau alat pemutar tabung centrifuge (kerucut/pear) yang terbuat dari gelas berskala mm atau %

Gelas ukur - Measuring cup
   a. Tembus pandang
   b. Berskala
   c. Ukuran 1000 cc

Thermometer
   a. Standar IP 64 C
   b. Range -60 oC sampai dengan 102 oF

Automatic Tank Gauging (ATG)
Alat ukur otomatis yang dipasang pada tanki darat yang secara otomatis dapat mengukur level, suhu dan density. Hasil pengukurannya diolah oleh komputer
* Tata cara pengukuran level ditanki darat - Procedures for level measurement (ASTM D.1085 atau API 2545)

Metode pengukuran
1. Innage method
Pada metode ini yang diukur ketinggian cairannya
2. Ullage atau outage method
Pada metode ini yang diukur ruang kosong dalam tanki atau jarak dari permukaan cairan sampai dengan titik batas pengukuran dibibir lubang ukur
> Pengukuran menggunakan metode innage
> Pengukuran dilaksanakan melalui lubang dip hatch atau slot dipping device
> Pengolesan pasta minyak pada pita ukur berkisar 10 cm diatas dan dibawah perkiraan ketinggian cairan
> Selama pengukuran pita ukur harus selalu menempel pada bibir lubang titik ukur atau reference point
> Penurunan pita ukur harus dilaksanakan pelan-pelan dan pada permukaan cairan tidak boleh terjadi riak hingga ujung bandul terasa menyentuh meja ukur atau datum plate
> Waktu terendamnya pita ukur - Inundation time measuring tape
   a. Minyak premium  antara 5 - 10 detik
   b. Minyak kerosene  antara 5 - 10 detik
   c. Minyak solar  antara 5 - 10 detik
   d. Minyak diesel  antara 10 - 30 detik
   e. Minyak bakar  antara 30 - 60 detik
> Tarik pita perlahan-lahan dan pita harus tetap menempel pada reference mark
> Ulangi pengukuran lagi dan bila perbedaan hasilnya lebih kecil dari 3 mm maka dicatat sebagai hasil pengukuran
> Apabila hasilnya sama atau lebih besar dari 3 mm, harus dilakukan pengukuran ulang sampai mendapatkan 2 angka yang identik.

Contoh :
a. Pengukuran pertama 6831 mm
    Pengukuran kedua 6833 mm
    Ukuran yang dipakai 6831 mm
    Karena 6833 mm lebih kecil dari 6831 mm
b. Pengukuran pertama 6831 mm
    Pengukuran kedua 6834 mm
    Pengukuran harus diulang karena 6834 mm lebih kecil 3 mm dari 6831 mm
c. Pengukuran pertama 6831 mm
    Pengukuran kedua 6834 mm
    Pengukuran ketiga 6836 mm
    Ukuran yang dipakai 6834 mm
   Karena 6836 mm lebih kecil dari 6834 mm

* Tata cara pengukuran suhu (ASTM D.1085 atau API 2543)
a. Pengukuran suhu harus dilaksanakan seteliti mungkin, tepat dan akurat karena sangat berpengaruh langsung terhadap hasil perhitungan minyak
b. Thermometer yang digunakan mempunyai tingkat ketelitian +0.25 oC
c. Sebelum digunakan diperiksa terhadap kelaikannya dengan membandingkan dengan thermometer standar
d. Thermometer yang digunakan adalah thermometer ASTM yang berskala oC atau oF
e. Jenis adalah cup case atau flushing case assembly

Kondisi thermometer tidak dapat digunakan
1. Penunjukkan pada skala pembacaan tidak akurat
a. Sebelum digunakan thermometer dikalibrasi dengan meter standar atau master meter pada suhu ruangan.
b. Bandingkan penunjukkan pembacaan pada skala masing-masing thermometer.
c.  Thermometer tidak dapat digunakan bila terjadi perbedaan pembacaan 1 oF atau 0.5 oC
2. Kolom air raksa terputus
3. Bola air raksa pecah

Waktu yang diperlukan untuk mencelupkan thermometer tergantung pada jenis produk
a. Minyak yang mempunyai viscositas saybolt universal dibawah 100 detik pada suhu 100 oF selama 5 menit
b. Minyak yang mempunyai viscositas saybolt universal antara 100 sampai dengan 170 detik pada suhu 210 oF selama 5 menit
c. Minyak yang mempunyai viscosity saybolt universal diatas 150 detik pada suhu 210 oF selama 39 minutes

Apabila perbedaan suhu udara dan suhu minyak yang diukur lebih dari 20 oF atau 11 oC, cup case flushing assemby perlu dibilas beberapa kali dengan minyak yang diukur suhunya untuk mempercepat adaptasi cup tersebut terhadap suhu minyak
Jumlah minimum pengukuran suhu yang diperlukan untuk berbagai kedalaman cairan dalam tanki timbun.
Tinggi minyak dalam tanki
Posisi kedalaman pengukuran
Suhu hasil pengukuran
1. Lebih dari 5 m
    a. 1 meter dibawah permukaan
    b. Ditengah
    c. 1 meter diatas dasar
        a + b + c dibagi 3
2. Antara 3 sampai 5 meter
    a. 1 m dibawah permukaan
    b. 1 m diatas dasar
    a + b dibagi 2
3. Kurang dari 3 m
    Ditengah     (a)

Tata cara pengukuran density
Pengukuran density/SG/API
Tiga macam hydrometer
Untuk mengukur
   1. Density (Metric system)
   2. Specific gravity (British system)
   3. API gravity (American system)

Density : Berat suatu masa cairan dalam vakum pada volume tertentu dalam suhu 15 oC (Kg/Ltr)

Specific gravity : Perbandingan antara berat suatu masa dalam volume tertentu pada suhu 60 oF dengan berat masa air murni pada volume yang sama dan suhu yang sama pula (60 oF/60 oF)

API gravity : Fungsi dari specific gravity
API 60 oF/60 oF = {141.5 / SG 60 oF/60 oF} - 131.5

Alat ukur
   1. Hydrometer (Density/SG/API gravity)
   2. Standard hydrometer
   3. Thermometer
   4. Hydrometer cylinder
Range hydrometer yang dipergunakan tergantung dari jenis minyak yang diukur
Range density (Kg/Ltr)
   a. Minyak premium  0.700 s.d. 0.750
   b. Minyak kerosene  0.750 s.d. 0.800
   c. Minyak solar  0.800 s.d. 0.850
   d. Minyak diesel  0.850 s.d. 0.900
   e. Minyak bakar  0.900 s.d. 0.950

Tata cara pengukuran
   1. Hydrometer dalam kondisi bersih dan kering
   2. Hydrometer terlebih dahulu diuji dengan hydrometer standar
   3. Perbedaan suhu sampel dengan suhu dalam tanki -/+ 3 oC
   4. Sampel minyak dituang kedalam hydrometer silinder tanpa menimbulkan buih dan gelembung udara .
   5. Masukkan thermometer kedalam hydrometer silinder
   6. Posisi hydrometer harus tegak lurus dan terlindung dari angin
   7. Posisi hydrometer perlahan-lahan dan biarkan sampai dalam keadaan tenang lalu tekan kebawah kira-kira 2 skala
   8. Jika hydrometer sudah dalam keadaan tenang, baca skalanya kemudian baca pula suhu sampel
   9. Cara pembacaan untuk minyak tembus pandang pada garis datar permukaan minyak   10. Cara pembacaan untuk minyak tidak tembus pandang pada angka puncak miniscus yang menempel pada hydrometer dan angka ini dikoreksi dengan miniscus correction factor (Tabel 1 ASTM D.1298)

Cara pembacaan hydrometer
Pembacaan skala pada produk yang kental, dimulai dari atas permukaan cairan yang cekung dan akan terbaca dari mana skala pada batas cairan yang meninggi. Bila kondisi ini terjadi maka pembacaan skala miniscus dapat diperbaiki dengan faktor koreksi miniscus +/- 0.0001 > ada pada tabel koreksi miniscus

Metode pengambilan sampel
Definisi umum
Pemeriksaan sampel adalah analisa atau uji contoh minyak dari sejumlah tertentu minyak dengan menggunakan prosedur atau peralatan atau waktu tertentu dengan maksud memperoleh gambaran atau karakter atau sifat dari minyak asalnya

Tujuan
   1. Merupakan tahap awal transaksi
   2. Untuk mengetahui kondisi properties
   3. Sebagai jaminan atau garansi
   4. Wakil dari sebagian atau seluruh minyak
   5. Berkaitan dengan nilai ekonomi

Prinsip dasar
Uji kualitas dengan cara sampling ini baik dilakukan secara manual atau otomatis. Secara representatif hasilnya dianggap mewakili populasi atau seluruh minyak yang diambil sampelnya. Terdapat bermacam-macam metode pengambilan sampel dan pemilihan metode yang digunakan disesuaikan dengan penggunaan pengambilan sampel sendiri.

Metode pengambilan sampel ditanki darat dan tanki kapal - Sampling methods in the shore tank and vessel tank
Macam-macam metode pengambilan sampel minyak untuk keperluan mengetahui kualitas dan menghitung kuantitas minyak sesuai standar ASTM D.4057-95
   1. All level sample
   2. Running sample
   3. Spot sample
   4. Top sample
   5. Upper sample
   6. Middle sample
   7. Lower sample
   8. Clearance sample
   9. Bottom sample
   10. Drain sample
   11. Composite sample
   12. Single tank composite sample
   13. Multi tank composite sample
   14. Surface sample
   15. Outlet sample

All level sampel : 
1. Sampel yang diperoleh dengan menenggelamkan botol sampel yang tertutup ke suatu tempat sedekat mungkin pada ketinggian yang sama dengan pipa keluar (draw off level outlet)
2. Kemudian membuka sumbat botol sampel tersebut dengan cara menyentakkan talinya.
3. Menarik keras dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga botol sampel terisi sebanyak 3/4 bagian (maksimal 85%) pada saat muncul dipermukaan minyak atau cairan

Running sample :
1. Sampel diperoleh dengan cara menenggelamkan botol sampel yang terbuka mulai dari permukaan cairan sampai pada ketinggian yang sama dengan bagian bawah dari lubang pipa keluar atau lubang pipa swing
2. Kemudian menariknya kembali dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga botol sampel terisi 3/4 bagian pada saat muncul dipermukaan cairan.

Spot sample :
Sampel yang diambil dari beberapa titik tertentu dalam tanki dengan menggunakan thief atau botol sampel.

Top sample :
Spot sampel yang diambil 6 inchi (150 mm) dibawah permukaan cairan/

Upper sample :
Spot sample yang diambil pada pertengahan dari sepertiga isi minyak bagian atas.

Middle sample :
Spot sample yang diambil dari pertengahan isi minyak.

Lower sample :
Spot sample yang diambil pada ketinggian yang sama dengan lubang pipa keluar atau lubang pipa swing dari tanki beratap tetap (fixed roof tank).

Clearance sample :
Sampel yang diambil 4 inchi (100 mm) dibawah ketinggian lubang pipa keluar (outlet).

Bottom sample :
Sampel yang diambil dari dasar tanki, tempat penyimpanan atau pada titik terendah dari saluran pipa.

Drain sample :
Sampel yang diambil dari pipa keluar (drain off) atau kerangan keluar (discharge valve). Kadang-kadang drain sample sama dengan bottom sample seperti pada mobil tanki.

Composite sample :
Sampel yang diperoleh dengan cara mencampur dua atau lebih spot sample yang diam.

Drain sample :
Sampel yang diambil dari sebuah tanki dalam perbandingan yang proporsional. Istilah ini juga dapat dipergunakan untuk sejumlah contoh-contoh minyak yang diambil dari alirannya dalam pipa.

Single tank composite sample :
1. Sampel yang diperoleh dengan mencampur upper, middle atau lower sample.
2. Untuk sebuah tanki yang berpenampung seragam seperti tanki silinder vertikal, campurannya terdiri atas volume yang sama dari ketiga bagian sampel tersebut diatas .
3. Untuk tanki silinder horisontal, campuran terdiri dari 3 sampel.

Multiple tank composite sample :
Sampel yang diperoleh dengan cara mencampur dari semua all level sample dari kompartemen-kompartemen yang berisi minyak dari jenis yang sama secara proporsional terhadap isi minyak dari masing-masing kompartemen.

Surface sample :
Spot sample yang diambil dari permukaan cairan dalam tanki.

Outlet sample :
Spot sample yang diambil dari dasar tanki pada outlet tanki untuk tipe fixed atau floating tank.

Tata cara pengambilan sampel :
1. Turunkan botol sampel perlahan-lahan sampai menyentuh dasar tanki, maka ketinggian lubang botol sampel 33 cm dari dasar tanki.
2. Tarik perlahan-lahan dan tempatkan pada ketinggian lubang outlet tanki (bottom/lower).
3. Sentak talinya sehingga penutup botol sampel terbuka dan biarkan sejenak (1 sampai 2 menit) sampai botol terisi penuh.
4. Tarik ke permukaan dan tuangkan ke dalam tempat sampel (sample can) yang telah disediakan .
5. Ambil sampel lainnya yang benar-benar bersih dan turunkan pelan-pelan kedalam tanki sampai pertengahan ketinggian (middle).
6. Lakukan seperti point 3 dan 4.
7. Ambil sampel lainnya yang benar-benar bersih dan turunkan pelan-pelan kedalam sampai keposisi yang dikehendaki (upper).
8. Lakukan seperti point 3 dan 4 - Do as point 3 and 4

Pengambilan sampel ditangki darat
Alat yang digunakan :
   1. Weighted breaker/bottle
   2. Sample container

Tata cara pengambilan spot sample (ASTM D.4057).
Tinggi minyak dalam tanki
   1. Lebih dari > 4.5 m
   2. Antara 3-4.5 m
   3. Kurang dari 3 m
Posisi kedalaman pengukuran
1. A. Upper sample
    B. Middle sample
    C. Lower sample
2. A. Upper sample
    B. Lower sample
3. A. Middle sample
Sampel yang diperiksa
1. A+B+C
2. A+B
3. A

Tata cara pengukuran level ditangki kapal (ASTM D.1085 atau API 2545)
1. Pada dasarnya sama dengan tata cara pengukuran ditanki darat.
2. Pengukuran menggunakan metode outage.
3. Beberapa yang perlu diperhatikan.
    a. Posisi kapal
    * Even keel (Trim = 0) .
      Trim atau selisih draft depan (fore draft) dan draft buritan (after draft).
    * Heel atau kemiringan kapal, kekiri (port) atau kekanan (starboard).
    b. Faktor koreksi trim dan heel pada tabel tangki muatan kapal (correction factor).

Alat ukur kapal tanker
Pada kapal tanker besar pada kompartemen dilengkapi sarana alat ukur otomatis yang dipasang secara permanen (level Master). Data hasil pengukurannya secara otomatis diolah oleh komputer.
Pada tanker umumnya , yang tidak dilengkapi dengan level Master, pengukuran level menggunakan alat UTI atau biasa disebut (MMC)

Pengambilan sampel ditanki kapal
Alat yang digunakan :
a. Weighted breaker/bottle
b. Sample container
Terdapat dua cara pengambilan sampel dikapal :
1. Pengambilan sampel dilakukan pada seluruh kompartemen kapal walaupun dalam kompartemen jenis minyaknya sama.
2. Bila tanker memuat minyak yang sejenis, pengambilan sampel dilakukan seperti pada kompartemen sebagaimana pada data berikut

Jumlah kompartemen.
a. 1 s.d. 2
b. 3 s.d. 6
c. 7 s.d. 12
d. Lebih dari 12

Sampel yang diambil
a. Pada setiap kompartemen
b. 3 kompartemen terhadap minyak yang sejenis
c. 5 kompartemen terhadap minyak yang sejenis
d. 7 kompartemen terhadap minyak yang sejenis

Kelemahan cara kedua
Dapat berdampak terhadap kurang akuratnya dalam menghitung volume minyak dalam tanker

Metode pengukuran crossing density dan suhu yang diukur hanya di kompartemen 1P, 2S, 3P dan 4S. Untuk density dan suhu 1S=1P 2P=2S 3S=3P dan 4P=4S. Pengambilan sampel secara cross berdampak pada hasil perhitungan volume tidak akurat karena suhu dan density pada kompartemen yang tidak diukur belum tentu sama dengan kompartemen yang diukur. Suhu minyak dalam kompartemen dipengaruhi oleh suhu lingkungan

Penetapan metode sampling
1. Pengambilan keputusan metode sampling sangat dipengaruhi oleh kondisi minyak yang akan disampling
2. Khusus untuk minyak disarankan dibuat mutual agreement antara pengirim dan penerima
3. Lokasi sampling
4. Metode (otomatis dan manual)
Sampling pada tanki
Secara manual sistem mengikuti tinggi minyak top/middle/bottom (statis/transfer)
Sampling pada tanker dan tongkang.
1. Multiple tank composite sample
2. Mengambil sampel secara individual dari tiap kompartemen yang selanjutnya diblending

Sampling pada sistem penyaluran melalui pipa
1. Automatic sampler (recommended)
2. Continuous sample

> Sistem pengukuran dinamis
Pada sistem ini pengukuran dilaksanakan pada saat minyak dalam keadaan mengalir dan sehingga tidak memerlukan waktu pengendapan (settling time).

Metering system
Metering system adalah salah satu jenis alat ukur yang dapat digunakan sebagai penetapan titik serah (costudy transfer) dalam melaksanakan serah terima suatu produk (pengalihan hak).

Besaran angka yang ditunjukkan dalam metering system ini dipakai sebagai pedoman dalam menetapkan jumlah atau volume produk yang diserahterimakan.
Agar penunjukkan metering system ini akurat atau tidak terjadi deviasi yang besar maka sebelum dioperasikan terlebih dahulu harus dilakukan pengujian dengan master meter atau meter prover.

Flowmeter
1. Positive displacement flowmeter
2. Turbine flowmeter
3. Cariolis
4. Ultrasonic

Meter prover : Fungsi untuk mengkalibrasi flowmeter agar hasil pengukuran lebih akurat sehingga deviasi yang terjadi dalam proses pengukuran menjadi lebih kecil.

Flowmeter
Migas Approval            Oil   Gas
PD Meter                    Yes  No
Turbine meter              Yes  Yes
Orifice (Dual chamber)  No  Yes
Ultrasonic meter           No   Yes

Perbedaan metering system vs Manual tank gauging
Metering system tidak ada pengaruh ketelitian sumber daya manusia, tanki, pipa dan alat ukur.

Metering system mempunyai akurasi sampai 99.975 % .
Manual tank gauging harus ditoleransi sebesar 0.5 % .
Metering system dapat dibuktikan kebenarannya dengan proving system.
Manual tank gauging sukar dibuktikan.

Metering system jika diragukan dapat dibuktikan (traceable).
Manual tank gauging sukar dibuktikan.

Metering system dapat dilakukan quality insurance THP prover dan instrumen asesoris.
Manual tank gauging sulit mencari yang baru.

Metering system repeatability pengukuran < 0.05 %
Manual tank gauging repeatability pengukuran sampai dengan 0.5 %

Metering system repeatability < 0.02 % dan inearity operasi 0.15 %
Manual tank gauging tidak ada hitungannya.

Pengoperasioan metering system
Pada dasarnya pengoperasian metering system adalah menjalankan perintah atau ketentuan yang ada didalam SOP pengoperasian metering itu sendiri.
Tingkat keberhasilan dalam mengoperasikan metering system ini sangat dipengaruhi.
SOP yang jelas dan benar.
SDM yang terampil.

Tata cara perhitungan dengan tabel ASTM .
Dasar perhitungan kuantitas minyak.
1. Menggunakan tabel kalibrasi tanki darat
 2. Menggunakan tabel ASTM-IP

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sopan sesuai dengan tajuk postingan serta tidak mengandung SARA dan politik,
mohon maaf jika tidak ada tanggapan atau respon yang lambat.